top of page

Rotogravure vs Digital Flexo, Apa Perbedaannya?

Sep 26
6 min read
Banner edukasi Pixelku yang membahas perbandingan antara mesin cetak Rotogravure versus Digital Flexo untuk standar industri manufaktur

Rotogravure vs Digital Flexo merupakan perbandingan yang penting dipahami ketika sebuah bisnis mulai menentukan teknologi printing untuk flexible packaging. Keduanya sama-sama dapat digunakan untuk mencetak desain pada material kemasan, tetapi cara kerja dan karakter produksinya berbeda.


Perbedaan tersebut menjadi semakin penting ketika kebutuhan bisnis mulai beragam. Ada brand yang membutuhkan produksi dalam jumlah besar dengan desain yang relatif tetap. Ada juga bisnis yang memiliki banyak varian, melakukan pengembangan produk secara bertahap, atau membutuhkan fleksibilitas dalam jumlah produksi. Karena itu, pemilihan teknologi printing sebaiknya didasarkan pada kebutuhan, bukan sekadar mengikuti metode yang paling umum digunakan.



Ilustrasi Rotogravure Pixelku lengkap dengan atribut perbandingan, didukung standar mutu FDA, Halal, serta FSSC 22000

Mengenal Teknologi Rotogravure

Rotogravure merupakan metode cetak yang menggunakan silinder khusus dengan gambar atau pola yang dibuat dalam bentuk cekungan kecil pada permukaannya. Saat proses pencetakan berlangsung, tinta mengisi bagian cekung tersebut kemudian ditransfer ke material kemasan.


Salah satu karakter penting rotogravure adalah adanya kebutuhan pembuatan silinder sebelum proses cetak. Setiap desain atau konfigurasi warna tertentu membutuhkan persiapan yang berkaitan dengan silinder tersebut.


Karena terdapat proses persiapan di awal, rotogravure sering dipertimbangkan untuk kebutuhan produksi dengan volume besar dan desain yang relatif stabil. Biaya persiapan dapat diperhitungkan terhadap jumlah produksi yang akan dihasilkan.


Ilustrasi fLEXO Pixelku lengkap dengan atribut perbandingan, didukung standar mutu FDA, Halal, serta FSSC 22000

Mengenal Digital Flexo

Digital Flexo atau Digital Flexo Printing merupakan teknologi printing yang dapat digunakan untuk kebutuhan flexible packaging. Berbeda dengan pendekatan rotogravure yang sangat bergantung pada silinder gravure, proses flexographic menggunakan plate untuk membawa gambar ke permukaan material.


Perkembangan teknologi pada proses flexo membuat persiapan dan pengelolaan pekerjaan cetak dapat dilakukan dengan pendekatan yang semakin fleksibel. Hal ini menjadi relevan ketika kebutuhan produksi tidak selalu memiliki karakter yang sama.


Pixelku menggunakan Digital Flexo Printing untuk kebutuhan flexible packaging. Namun, bagi pembaca, yang lebih penting untuk dipahami bukan sekadar nama teknologinya, melainkan bagaimana karakter teknologi tersebut berhubungan dengan kebutuhan produksi.


Rotogravure vs Digital Flexo: Perbedaan Cara Kerja

Perbedaan paling mendasar terdapat pada mekanisme pembentukan dan pemindahan gambar.


Pada rotogravure, gambar dibuat dalam bentuk sel-sel cekung pada silinder. Kedalaman dan susunan sel tersebut berhubungan dengan jumlah tinta yang ditransfer selama proses pencetakan.


Sementara pada flexographic printing, gambar berada pada permukaan plate yang kemudian membawa tinta ke material. Plate tersebut bekerja seperti media pembawa gambar dalam proses cetak.


Perbedaan konstruksi ini kemudian memengaruhi bagaimana pekerjaan dipersiapkan, terutama ketika terjadi perubahan desain atau kebutuhan produksi.


Perbedaan dari Sisi Persiapan Produksi

Persiapan produksi merupakan salah satu aspek yang sering terlewat ketika membandingkan teknologi printing.


Pada rotogravure, pembuatan silinder menjadi bagian penting sebelum pekerjaan dapat masuk ke proses cetak. Jika sebuah brand mempunyai banyak desain, kebutuhan persiapan tersebut perlu diperhitungkan untuk setiap pekerjaan.


Pada flexo, kebutuhan persiapan menggunakan plate. Dalam perkembangan Digital Flexo, proses tersebut dapat memberikan fleksibilitas tertentu dalam pengelolaan pekerjaan cetak.


Artinya, Pixfriend sebaiknya tidak hanya bertanya “berapa harga per meter?”, tetapi juga menanyakan apa saja biaya dan proses yang muncul sebelum mesin mulai mencetak.


Bagaimana Pengaruhnya terhadap Jumlah Produksi?

Jumlah produksi sangat berpengaruh terhadap perhitungan biaya printing.

Misalnya, sebuah bisnis membutuhkan kemasan dalam jumlah sangat besar dan desainnya tidak banyak berubah. Biaya persiapan awal dapat tersebar pada jumlah kemasan yang besar sehingga struktur produksinya menjadi berbeda dibandingkan pekerjaan dengan volume kecil.


Sebaliknya, jika kebutuhan produksi relatif terbatas, memiliki banyak desain, atau sering mengalami perubahan artwork, biaya dan waktu persiapan menjadi lebih penting untuk diperhitungkan.


Inilah alasan mengapa MOQ atau minimum order quantity perlu dilihat bersama struktur biaya keseluruhan, bukan hanya dari harga cetak per meter.


Bagaimana dengan Banyak Varian Desain?

Bayangkan sebuah brand memiliki sepuluh varian produk. Setiap varian mempunyai warna dan informasi yang berbeda, tetapi ukuran serta struktur kemasannya hampir sama.

Pada kondisi seperti ini, jumlah desain menjadi faktor penting dalam memilih metode printing. Teknologi yang membutuhkan persiapan khusus untuk setiap desain dapat menghasilkan struktur biaya yang berbeda dibandingkan metode dengan proses persiapan yang lebih fleksibel.


Digital Flexo dapat menjadi salah satu teknologi yang dipertimbangkan ketika bisnis memiliki kebutuhan desain yang beragam. Namun, bukan berarti Digital Flexo selalu lebih tepat. Jumlah produksi dan spesifikasi pekerjaan tetap harus dihitung.


Portofolio cetak kemasan fleksibel Pixelku yang menampilkan format roll film mesin otomatis, standing pouch, dan 3 side seal untuk kebutuhan pengadaan industri manufaktur

Produk Kami

Kami menawarkan kemasan berkualitas tinggi dengan material premium, teknologi cetak canggih, dan fitur fungsional seperti ziplock & lapisan penghalang tinggi. Lindungi produk & tarik perhatian pelanggan!



Rotogravure vs Digital Flexo dari Sisi Kecepatan

Kecepatan printing sering disalahartikan sebagai kecepatan mesin saja.

Dalam kenyataannya, waktu produksi kemasan dapat terdiri dari beberapa tahap: persiapan artwork, prepress, pembuatan komponen cetak, persiapan mesin, proses printing, hingga proses lanjutan.


Karena itu, ketika membandingkan rotogravure dengan Digital Flexo, Pixfriend sebaiknya membandingkan total lead time, bukan hanya angka kecepatan mesin.


Sebuah teknologi mungkin memiliki kecepatan cetak tinggi, tetapi jika persiapannya membutuhkan waktu tambahan, total waktu dari artwork hingga produk selesai tetap perlu diperhitungkan.


Bagaimana dengan Kualitas Cetak?

Kualitas tidak hanya ditentukan oleh jenis mesin.

Hasil akhir juga dipengaruhi oleh kualitas artwork, resolusi gambar, pemilihan warna, material, tinta, proses prepress, pengaturan mesin, hingga kemampuan operator.


Rotogravure dikenal luas dalam industri kemasan untuk kebutuhan reproduksi gambar dan warna secara konsisten pada produksi tertentu. Flexographic printing juga dapat menghasilkan kualitas cetak yang baik ketika proses prepress, plate, tinta, material, dan parameter mesin dikontrol dengan tepat.


Jadi, membandingkan kualitas hanya berdasarkan nama teknologi dapat menghasilkan kesimpulan yang terlalu sederhana.


Digital Flexo Bukan Berarti Tanpa Persiapan

Ada anggapan bahwa teknologi yang lebih fleksibel berarti tidak membutuhkan persiapan. Anggapan tersebut kurang tepat.


Digital Flexo tetap membutuhkan artwork yang benar, pemeriksaan file, pengaturan warna, penyesuaian terhadap material, dan persiapan produksi lainnya.


Karena itu, Pixfriend tetap perlu memastikan desain sudah final sebelum masuk proses produksi. Logo, teks, warna, ukuran, dan informasi produk harus diperiksa dengan teliti agar tidak terjadi kesalahan pada hasil akhir.


Kapan Rotogravure Lebih Relevan Dipertimbangkan?

Rotogravure dapat menjadi salah satu pilihan ketika bisnis memiliki karakter produksi seperti volume besar, desain yang relatif stabil, dan kebutuhan cetak yang berulang.

Dalam kondisi tersebut, biaya persiapan silinder dapat diperhitungkan terhadap volume produksi yang besar.


Namun, keputusan tersebut tetap perlu didasarkan pada quotation dan spesifikasi aktual. Jumlah warna, ukuran kemasan, material, panjang produksi, dan kebutuhan finishing dapat memengaruhi perhitungan biaya.


Kapan Digital Flexo Lebih Relevan Dipertimbangkan?

Digital Flexo dapat dipertimbangkan ketika bisnis membutuhkan fleksibilitas produksi, memiliki beberapa desain, atau tidak selalu membutuhkan volume produksi yang sangat besar.


Karakter tersebut dapat relevan bagi brand yang sedang mengembangkan produk baru, melakukan pengujian pasar, atau mempunyai banyak SKU.


Pixelku sendiri menggunakan Digital Flexo Printing dalam solusi flexible packaging dan berfokus pada kebutuhan kemasan dengan kuantitas yang lebih kecil. Informasi ini dapat menjadi salah satu contoh penerapan teknologi tersebut, tetapi bukan berarti seluruh kebutuhan bisnis otomatis harus menggunakan Digital Flexo.


Tabel Rotogravure vs Digital Flexo

Faktor

Rotogravure

Digital Flexo

Media pembawa gambar

Silinder gravure

Plate flexo

Persiapan

Membutuhkan persiapan silinder

Membutuhkan persiapan plate dan prepress

Produksi volume besar

Relevan dipertimbangkan

Juga dapat digunakan, tergantung spesifikasi

Banyak desain

Perlu memperhitungkan persiapan tiap desain

Dapat memberikan fleksibilitas tertentu

Perubahan artwork

Perlu memperhatikan pembuatan silinder

Tetap membutuhkan persiapan artwork dan plate

Pertimbangan utama

Volume, desain, dan biaya persiapan

Fleksibilitas, desain, volume, dan efisiensi

Kualitas

Dapat menghasilkan kualitas tinggi

Dapat menghasilkan kualitas tinggi dengan proses yang tepat

Catatan: tabel tersebut merupakan gambaran umum. Spesifikasi aktual dapat berbeda berdasarkan mesin, material, produsen, jumlah warna, desain, dan parameter produksi.


Jadi, Mana yang Harus Dipilih?

Pertanyaan yang lebih tepat bukan “rotogravure atau Digital Flexo yang paling bagus?”, tetapi “teknologi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan produksi?”

Jika kebutuhan Pixfriend adalah produksi besar dengan desain yang stabil dan berulang, karakter rotogravure dapat dipertimbangkan. Jika kebutuhan lebih menekankan fleksibilitas desain dan volume produksi yang lebih terukur, Digital Flexo dapat menjadi salah satu alternatif.


Sebelum menentukan pilihan, bandingkan setidaknya biaya persiapan, harga printing, jumlah produksi, jumlah desain, lead time, material, finishing, dan kebutuhan pengemasan. Dengan membandingkan seluruh komponen tersebut, keputusan akan lebih berdasarkan kebutuhan nyata daripada sekadar membandingkan nama teknologi.


Kesimpulan

Rotogravure vs Digital Flexo bukan sekadar perbandingan dua nama teknologi. Keduanya memiliki karakter berbeda dalam mekanisme cetak, persiapan produksi, pengelolaan desain, dan pertimbangan volume.


Bagi Pixfriend, cara paling tepat untuk menentukan pilihan adalah memahami kebutuhan terlebih dahulu: berapa jumlah produksi, berapa banyak desain, seberapa sering artwork berubah, material apa yang digunakan, dan kapan kemasan dibutuhkan.


Pixelku dapat menjadi salah satu pilihan produsen bagi bisnis yang ingin mengeksplorasi flexible packaging dengan Digital Flexo Printing. Namun, keputusan teknologi tetap sebaiknya dibuat berdasarkan spesifikasi dan kebutuhan produksi masing-masing.


Sedang membandingkan rotogravure dan Digital Flexo? Siapkan spesifikasi produk dan kemasan terlebih dahulu, lalu bandingkan penawaran berdasarkan total biaya dan waktu produksi, bukan hanya harga cetak per meter.


FAQ Rotogravure vs Digital Flexo

Apakah rotogravure dan Digital Flexo sama?

Tidak. Keduanya merupakan teknologi printing dengan mekanisme dan persiapan produksi yang berbeda. Rotogravure menggunakan silinder gravure, sedangkan flexo menggunakan plate untuk membawa gambar ke material.


Mana yang lebih cocok untuk produksi kecil?

Tidak ada jawaban universal. Kesesuaian bergantung pada jumlah desain, spesifikasi material, biaya persiapan, jumlah produksi, dan penawaran dari produsen.


Apakah Digital Flexo menghasilkan kualitas cetak yang baik?

Digital Flexo dapat menghasilkan kualitas cetak yang baik apabila artwork, prepress, material, tinta, plate, dan parameter produksi dipersiapkan dengan tepat.


Mengapa jumlah desain penting dalam memilih teknologi printing?

Karena setiap desain dapat membutuhkan persiapan produksi tersendiri. Semakin banyak desain, semakin penting untuk menghitung biaya dan waktu persiapan sebagai bagian dari total biaya produksi.


 
 
bottom of page